Pesanan Bu Sari Pagi ini Bu Sari sudah berada di tempat makan. Hari ini penting karena ayahnya akan datang. Bu Sari bekerja sendiri sejak pagi. Di depannya ada makanan, air, dan uang. Ia tahu makanan setiap orang. Rudi datang lebih dulu. Ia duduk di depan Bu Sari. "Seperti biasa," kata Rudi. "Makanan dan air?" tanya Bu Sari. "Ya, makanan dan air." Bu Sari mengambil makanan. Ia memberikan makanan dan air. "Berapa?" tanya Rudi. "Lima uang." Rudi memberikan uang. "Terima kasih," kata Bu Sari. "Sama-sama," kata Rudi. Lina datang setelah Rudi. Lina selalu datang dengan cepat. "Seperti biasa," kata Lina. "Makanan saja?" tanya Bu Sari. "Makanan saja." Bu Sari mengambil makanan. "Tidak ada air?" tanya Bu Sari. "Tidak ada air." Bu Sari memberikan makanan. "Berapa?" tanya Lina. "Tiga uang." Lina melihat uangnya. "Aku punya dua uang." Bu Sari diam sebentar. "Nanti saja satu uang," kata Bu Sari. "Benarkah?" "Ya, nanti saja." Lina mengambil makanan. "Terima kasih, Bu Sari." "Sama-sama, Lina." Pak Danu datang kemudian. Ia membawa anaknya. Anak itu melihat makanan. "Seperti biasa untuk saya," kata Pak Danu. "Dan untuk anakmu?" tanya Bu Sari. Pak Danu melihat anaknya. "Air dan makanan sedikit." Bu Sari melihat anak itu. "Mau makanan yang ini?" tanya Bu Sari. Anak itu diam. "Mau," katanya kemudian. Bu Sari memberikan makanan. "Berapa?" tanya Pak Danu. "Empat uang." Pak Danu memberikan lima uang. "Ini kembaliannya," kata Bu Sari. "Tidak perlu," kata Pak Danu. "Perlu," kata Bu Sari. Ia memberikan satu uang. Pak Danu mengambil uang itu. Saat itu ayah Bu Sari datang. Namanya Harun. Ia berdiri dekat pintu. Bu Sari melihatnya. "Ayah, tunggu sebentar." Harun duduk. "Aku menunggu," katanya. Bu Sari melihat makanan di depannya. Makanan tinggal sedikit. Air juga tinggal sedikit. Rudi sudah pergi. Lina sudah pergi. Pak Danu masih duduk dengan anaknya. "Ayah mau makanan apa?" tanya Bu Sari. "Seperti biasa," kata Harun. Bu Sari diam. "Ayah mau makanan dan air?" tanya Bu Sari. "Ya, makanan dan air." Bu Sari melihat uang di tangannya. Ia melihat makanan. Ia melihat ayahnya. "Ayah tunggu," kata Bu Sari. "Aku membuat makanan baru." "Tidak perlu," kata Harun. "Perlu," kata Bu Sari. Ia masuk ke belakang tempat itu. Ia mengambil makanan. Ia mengambil air. Ia kembali membawa makanan untuk Harun. "Berapa?" tanya Harun. "Tidak ada," kata Bu Sari. "Aku tidak punya uang untuk itu," kata Harun. "Ini untuk ayah," kata Bu Sari. Harun melihat makanan. "Seperti biasa?" tanya Harun. "Seperti biasa," kata Bu Sari. Harun makan. Bu Sari berdiri di depannya. Setelah itu Harun memberikan satu uang. "Untuk makanan besok," katanya. Bu Sari mengambil uang itu. "Baiklah," katanya. Ia memasukkan uang itu ke dalam tempat uang.