Pasar Di Bandung, seorang wanita tinggal di dapur kecil. Dia baru datang ke kota beberapa minggu lalu. Malam ini seorang tetangga datang untuk makan. Pasar segera tutup, dan dia masih perlu membeli telur. Wanita itu masuk ke pasar dengan uang di tangan. Dia melihat telur di atas meja. Dia menunjuk telur dan berkata, “Tolong, ini.” Penjual melihat tangan wanita itu. Penjual mengambil satu apel dan memberikannya. “Ini?” katanya. Wanita itu melihat apel, lalu berkata, “Tidak.” Dia menunjuk telur lagi. Penjual mengambil sebuah buku dari bawah meja. Dia memberikan buku itu kepada wanita tersebut. “Ini?” katanya lagi. Wanita itu melihat buku, lalu melihat telur. Dia berkata, “Tidak, tidak.” Dia menunjuk telur dengan satu tangan. Dengan tangan lain, dia berkata, “Ini. Tolong.” Penjual tertawa sedikit. Dia tidak marah. Dia mengambil uang di meja dan memberikannya kepada wanita itu. “Ini?” katanya. Wanita itu memegang uang. Dia melihat penjual, lalu melihat telur. Dia membuka tangan dan berkata, “Tidak.” Penjual melihat uang, apel, dan buku. Dia lalu melihat telur. “Baiklah,” kata penjual. “Tunggu sebentar.” Penjual mengambil satu telur dengan tangannya. Dia mengangkat telur itu dekat wajah wanita tersebut. Dia berkata pelan, “Telur.” Wanita itu melihat mulut penjual. Dia melihat telur di tangannya. “Telor,” katanya. “Ya, telur,” kata penjual. “Telur.” Wanita itu berkata, “Telur.” Penjual memasukkan dua telur ke dalam sebuah kantong. Dia melihat uang di tangan wanita itu. Wanita itu memberikan uang. Penjual mengambil uang itu, lalu mengembalikan sedikit uang. “Telur,” kata wanita itu sambil melihat kantongnya. “Ya,” kata penjual. “Dua telur.” Wanita itu melihat dua telur di dalam kantong. Dia berkata, “Terima kasih.” Penjual berkata, “Sama-sama.” Wanita itu keluar dari pasar. Jalan di luar sudah gelap. Dia memegang kantong dengan dua tangan. Dia berjalan pelan menuju rumah. Di jalan, dia melihat kantong itu lagi. Dia berkata pelan, “Telur.” Dia masuk ke rumah dan naik tangga. Di depan pintu, dia memegang kunci. Dia berkata sekali lagi, “Telur.” Di atas tangga, tetangga sudah menunggu.